Malam ini aku baru menyadari bahwa aku belum mencintai Allah sepenuhnya. Ibu bilang berkali kali, lakukan semuanya Lillahita'ala. Tapi kalau boleh aku jujur, tidak semua yang aku lakukan Lillahita'ala. Aku masih sering melakukan sesuatu untuk orang lain, atau sesuatu yang lain. Dan malam ini, Allah menyapaku dengan sangat indah, tentang sesuatu yang disebut Lillahita'ala. Aku menyukai seseorang. Aku bilang pada ibuku bahwa orang inilah yg membuatku kembali dekat dengan-Nya. Tahajud, dhuha, puasa daud dan sebagainya. Orang inilah yg membuatku selalu berfikir tentang apa yang seharusnya aku lakukan dan aku persiapkan. See? Betapa sombongnya aku membangga-banggakan orang itu kepada Ibu. Tidak, kepada Allah juga. Untung ada satu kalimat yg menyelamatkanku. Aku bilang, "Dia adalah perantara Allah pada ku". Memang itu yang kami sepakati. Kami sadar bahwa kami hanyalah perantara. Bahkan tidak ada niatan untuk menjalin hubungan seperti remaja kebanyakan. Tapi ternyata...