Skip to main content

Sepi dan Sendiri

aku tidak suka sepi.
tidak suka sendiri.
waktu berlalu begitu lama
ingatan-ingatan masa lalu datang menghujam
tidak banyak senangnya
masa lalu yang kelam
kemudian dia datang
gadis kecil teramat lugu
takut untuk ini itu
ah, kenapa harus tumbuh?
dunia ini mengerikan
tetapi banyak lucunya
jati diri, religi, dan hati
kau siapa?
apa kau sudah benar?
alim katanya?
tunggu, dia siapa?
pacar kau bukan?
hei itu masa lalu siapa?
biarlah, jangan kau ganggu
ah lihat, sedang apa aku ini
meracau lagi, dan lagi.
pasti gara-gara sepi dan sendiri
bilang padanya, aku benci.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Ekspektasi

21 tahun aku hidup. Dan nggak ada satu tahun pun terlewatkan tanpa Tuhan kasih pelajaran berharga buat aku. Bisa lewat sesuatu yang menyenangkan, bisa juga yang bikin sedih dan capek, like, “God, enough..” Tapi nyatanya Tuhan nggak pernah berhenti kasih pelajaran. Adaa aja sesuatu yang unpredictable yang Tuhan kasih. Suka becanda emang. Tapi ya balik lagi. Toh pada akhirnya selalu ada hal baik yang bisa dipetik. Dan kali ini, Tuhan banyak ngajarin (kali ini dengan mendalam) tentang ekspektasi. Bukan kata yang asing buat aku. Sering digunakan, tapi nggak pernah dapetin maknanya sampe sedalem ini.   Ber-ekspektasi, sesuatu yang seringkali kita ga sadar ngelakuinnya. Beruntung kalau sebanding dengan realita, sangat berpotensi bikin kecewa kalau yang terjadi justru sebaliknya. Aku pernah mempersoalkan apa yang Tuhan berikan dalam hidupku. Atau bisa jadi sering. Jelas aku punya ekspektasi yang baik untuk hidupku. Aku pengen nilai ku selalu bagus, semua kegiatanku lancar, semua o...

Listening to..

You were a call that i couldn't put down you stayed in my mind late into the night my dark passenger - Daniela Andrade