Hai Blogger! Assalamualaikum..
Apa kabar? Semoga Allah selalu memberikan kita karunia berupa kesehatan dan kekuatan dalam iman islam. Aamiin ya Rabb..
Alhamdulillah, kini tiba saatnya kita menyambut hari kemenangan. Setelah sebulan lamanya menahan lapar dan dahaga. Sebulan lamanya menahan diri dari godaan hawa nafsu dunia. Semoga Allah senantiasa menerima amal ibadah kita.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H ya :)
Mohon maaf yg sebesar-besarnya jika ada salah kata dan tingkah laku yg kurang berkenan selama ini. Semoga Allah meluruhkan dosa-dosa kita. Aamiin..
Maaf, agaknya 2 postingan di awal hari ini terkesan sok alim nan suci. Sungguh tidak ada maksud demikian. Ah, biarlah Allah yang menilai.
Jadi begini saudaraku, kali ini aku ingin membagi sedikit isi otak ku berkenaan dengan sholat ied nanti. Semoga yg sedikit ini bermanfaat ya.
Ini tentang sajadah.
Hingga detik ini, masih banyak orang-orang non muslim yang menginginkan perpecahan islam. Segala cara dilakukan, seperti perang di Palestina tak juga usai. Barangkali pula, tidak hanya melalui perang. Tapi melalui sajadah. Sadarkah kita bahwa kini ukuran sajadah semakin melebar?
Rasullullah selalu tidak lupa mengingatkan jamaah sholatnya untuk meluruskan dan merapatkan shof. Hingga tidak ada celah sedikitpun bagi syaitan untuk berada diantaranya. Dulu di zaman Rasullullah Muhammad SAW tidak ada sajadah dengan rupa seperti milik kita sekarang ini. Mari kita lihat di masjid atau mushola. Orang-orang sudah mulai menggunakan sajadah dengan ukuran lebarnya jauh melebihi tubuhnya sendiri, sehingga shof menjadi renggang. Sajadah kini seolah menjadi pagar yang membatasi dirinya dengan jamaah lain disebelahnya. Bagaimana islam bisa kuat jika barisan sholat berjamaahnya saja renggang-renggang? Entahlah, ini hanya tafsir pribadi semata. Tapi bukankah lebih baik jika kita menggunakan sesuatu dengan secukupnya? Bukankah itu yg Rasul ajarkan? Jadi untuk apa kita gunakan sajadah yang lebar hanya untuk dipakai sendiri saat sholat berjamaah, sedang tidak semua lebar bagiannya kita gunakan?
Oleh karena itu saudara-saudaraku, mari kita lakukan yang terbaik dalam beribadah kepada Allah. Luruskan dan rapatkan barisan dalam sholat berjamaah. Jangan jadikan sajadah sebagai pagar bagimu hingga dapat merenggangkan shof. Berbagilah. Saling mengingatkan. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar.
Demikian, semoga yang sedikit ini bermanfaat. Bukan maksud menggurui dan terkesan sok nyai, hanya ingin berbagi dan mengingatkan sesama muslim. Mohon maaf apabila ada kata maupun penyampaian yang kurang berkenan. Terimakasih.
Selamat merayakan hari kemenangan! :)
Apa kabar? Semoga Allah selalu memberikan kita karunia berupa kesehatan dan kekuatan dalam iman islam. Aamiin ya Rabb..
Alhamdulillah, kini tiba saatnya kita menyambut hari kemenangan. Setelah sebulan lamanya menahan lapar dan dahaga. Sebulan lamanya menahan diri dari godaan hawa nafsu dunia. Semoga Allah senantiasa menerima amal ibadah kita.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1436 H ya :)
Mohon maaf yg sebesar-besarnya jika ada salah kata dan tingkah laku yg kurang berkenan selama ini. Semoga Allah meluruhkan dosa-dosa kita. Aamiin..
Maaf, agaknya 2 postingan di awal hari ini terkesan sok alim nan suci. Sungguh tidak ada maksud demikian. Ah, biarlah Allah yang menilai.
Jadi begini saudaraku, kali ini aku ingin membagi sedikit isi otak ku berkenaan dengan sholat ied nanti. Semoga yg sedikit ini bermanfaat ya.
Ini tentang sajadah.
Hingga detik ini, masih banyak orang-orang non muslim yang menginginkan perpecahan islam. Segala cara dilakukan, seperti perang di Palestina tak juga usai. Barangkali pula, tidak hanya melalui perang. Tapi melalui sajadah. Sadarkah kita bahwa kini ukuran sajadah semakin melebar?
Rasullullah selalu tidak lupa mengingatkan jamaah sholatnya untuk meluruskan dan merapatkan shof. Hingga tidak ada celah sedikitpun bagi syaitan untuk berada diantaranya. Dulu di zaman Rasullullah Muhammad SAW tidak ada sajadah dengan rupa seperti milik kita sekarang ini. Mari kita lihat di masjid atau mushola. Orang-orang sudah mulai menggunakan sajadah dengan ukuran lebarnya jauh melebihi tubuhnya sendiri, sehingga shof menjadi renggang. Sajadah kini seolah menjadi pagar yang membatasi dirinya dengan jamaah lain disebelahnya. Bagaimana islam bisa kuat jika barisan sholat berjamaahnya saja renggang-renggang? Entahlah, ini hanya tafsir pribadi semata. Tapi bukankah lebih baik jika kita menggunakan sesuatu dengan secukupnya? Bukankah itu yg Rasul ajarkan? Jadi untuk apa kita gunakan sajadah yang lebar hanya untuk dipakai sendiri saat sholat berjamaah, sedang tidak semua lebar bagiannya kita gunakan?
Oleh karena itu saudara-saudaraku, mari kita lakukan yang terbaik dalam beribadah kepada Allah. Luruskan dan rapatkan barisan dalam sholat berjamaah. Jangan jadikan sajadah sebagai pagar bagimu hingga dapat merenggangkan shof. Berbagilah. Saling mengingatkan. Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang benar.
Demikian, semoga yang sedikit ini bermanfaat. Bukan maksud menggurui dan terkesan sok nyai, hanya ingin berbagi dan mengingatkan sesama muslim. Mohon maaf apabila ada kata maupun penyampaian yang kurang berkenan. Terimakasih.
Selamat merayakan hari kemenangan! :)
Comments
Post a Comment