Skip to main content

Posts

#Day12: Lucunya Hidup Ini

Lucu sekali cara Tuhan menciptakan kehidupan. Dia buat berbagai wujud dan karakter manusia hidup membaur menjadi satu di bumi-Nya. Ingin mencari model manusia seperti apa? Mulai dari manusia yang paling baik sampai manusia paling jahat semua ada disini. Di belahan bumi manapun, rasanya sosok ‘bawang merah’ dan ‘bawang putih’ itu selalu ada di kehidupan ini. Ada yang begitu tempramen, sedikit-sedikit marah, sampai semua penghuni kebun binatang diabsen satu-satu. Ada yang pendendam, ada yang sukanya usil, bahkan ada yang terlalu baik sampai-sampai dihina bagaimanapun tetap sabar dan memilih diam, pokoknya ada-ada saja. Ya beginilah hidup. Kita tidak bisa menentukan sendiri dengan siapa kita akan hidup. Bisa jadi kita mengharap hidup yang nyaman dan damai. Eh, ternyata Tuhan memberi kita teman yang menyebalkan, tetangga yang tidak ramah, dan lain sebagainya. Bagaimana pun ya harus dihadapi. Mungkin kalau semua manusia diciptakan dengan karakteristik yang sama, hidup ini tidak akan l...

#Day11: Penghuni Kamar Sebelah

Kemarin malam ada pemandangan aneh di depan pintu kamar kos saya. Bukan ada kuntilanak yang tiba-tiba nyesot , bukan. Tapi rak sepatu milik penghuni kamar sebelah yang tiba-tiba raib dari tempatnya. Di depan kamar kos saya memang menjadi tempat yang aman dari hujan untuk meletakkan rak sepatu. Jadilah di depan pintu kamar saya ada 3 rak sepatu yang berjejer dengan cukup rapi. Tapi malam ini, rak sepatu nomer dua itu tidak ada. Saya sempat mencari disekitar, barangkali memang dipindahkan. Tetapi tetap tidak ada. Apa dicuri orang? Kondisi jogja memang rawan pencurian akhir-akhir ini. Saya lihat kamar pemilik rak sepatu itu. Sudah gelap rupanya. Mungkin sudah tidur. Akhirnya saya pun memutuskan untuk menindak lanjuti kasus hilangnya rak sepatu ini besok pagi. Sesuai rencana saya, paginya saya kembali mencari keberadaan rak sepatu itu yang rupanya belum juga kembali ke tempat asalnya. Saya berniat untuk menanyakannya pada penghuni kamar sebelah. Belum sempat saya ketuk pintunya, saya m...

#Day10: Ini Malam Mereka

Malam ini langit terlihat begitu bersahabat bagi sekelompok anak muda di warung lesehan pojok simpang empat karangmalang. Rembulan berada tepat diatas kepala mereka, seolah ingin bergabung dalam asiknya perbincangan mereka malam ini. Sesekali awan malam menutupinya, mencoba mencuri perhatian sang rembulan. Sedang sekumpulan anak muda itu malah asik berbincang, sembari menunggu pesanan makanan datang. Seolah tak peduli dengan langit malam. "Siniin HP kalian. Ngga ada main HP ya!" Seseorang mengawali meletakkan HPnya di tengah-tengah 'forum'. Tak lama kemudian berbagai merk sudah berjejer rapi disana. "Eh eh, nih ya, siapa yang HPnya nyala duluan, IPnya cumlaude!" Dengan sekejap suasana menjadi sunyi. Semua mata tertuju pada deretan HP di depan mereka. Tiba-tiba salah satu HP menyala. Terlihat ada notifikasi LINE dilayarnya. Kemudian suasana menjadi ramai kembali. Beberapa menyoraki si pemilik HP, ada yang hanya tertawa ringan, bahkan ada yang sibuk mengut...

#Day9: Dialog

"Hei, sedang apa?" "Tidak ada." "Tadi kau melamun. Sedang memikirkan sesuatu?" "Tidak." "Ayolah, kau pasti sedang memikirkan sesuatu." "Darimana kau tahu?" "Matamu tidak bisa membohongiku." "Baiklah. Menurutmu, haruskah kita bertahan untuk sesuatu yang tidak kita sukai?" "Tentu saja tidak. Untuk apa? Lebih baik mencari sesuatu lainnya yang kita sukai, bukan?" "Menurutmu, mengapa seseorang bertahan untuk sesuatu yang tidak dia sukai?" "Mmm.. Mungkin ada sesuatu yang memang tidak bisa ia tinggalkan disana. Entah tanggung jawab, atau apapun lainnya." "Baiklah.." "Kenapa kau menanyakannya?" "Kalau ku jawab, apakah kau akan marah?" "Mmm tidak." "Aku tidak menyukai keberadaanku disini." "Lalu mengapa kau masih bertahan?" "Seperti katamu, ada sesuatu yang tak bisa kutinggalkan." "Apa?" ...

#Day8: Gagal Dulu, Baru Sukses

"Kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya sukses, sebelum kau tahu sendiri rasanya gagal." Seringkali kegagalan membuat kita merasa bahwa Allah tidak adil. Berkali-kali berusaha, berkali-kali berdoa, tapi tak kunjung dikabulkan. Berharap mendapatkan yang diidam-idamkan, tapi Allah malah memberi yang tidak diharapkan. Ingin begini, Allah beri begitu. Bahkan sampai merasa kesal dan marah pada Allah. Berharap kantung ajaib Doraemon dijual di toko pinggir jalan agar terkabul semua keinginan. Pernah begitu? Jika ditanya apakah saya pernah merasakan gagal, tentu saya akan menjawab pernah. Sering malah. Salah satunya saat di SMP dulu, saya sangat berharap bisa diterima di SMA yang memberikan iming-iming beasiswa full dan berbagai macam pelatihan. 2 tahun saya mengimpikannya. 2 kali lebaran saya terus berdoa agar itu bisa tercapai. Saya pasang tulisan motivasi di kamar besar-besar: "Goes to Sampoerna Academy". Yang pasti saat itu apapun saya lakukan demi menda...

#Day7: Pelajaran dari Kisah Alegi Sang Singo Barong

Salah satu alasan kenapa aku cinta jogja adalah karena seninya. Adalah suatu kenikmatan bisa nonton pertinjukan seni secara cuma-cuma alias gratis! Seperti malam nan menyenangkan ini. saya ucapkan terimakasih banyak kepada temen-temen dari FIB yang malam ini menyelenggarakan acara super keren di penutupan Etnika Fest 2015: Alegi Sang Singo Barong. Ada beberapa alasan yang bikin aku bersemangat lihat acara ini: 1. Aku suka lihat pertunjukan seni. Sangat suka sekali. 2. Emang udah janji mau lihat Gista (pemeran Sanggalangit) sama Bayu (pemeran tikus). 3. Pengen hunting foto (?). Akhir-akhir ini passion fotografiku semakin meluap-luap. Pengen belajar terus. Biar bisa mengalahkan si master (?). Doakan semoga Allah berbaik hati memberiku rejeki berupa kamera canon 1D (tolong diaminin). Sampai di TBY, tempat acara ini diselenggarakan, aku dan si Tasha buru-buru cari spot yang mantab untuk bisa memotret. Setelah beberapa kali sempat diusir karena menduduki kursi tamu, akhirnya kita b...

#Day6: And I Do What I Love

Hari ini sebenarnya aku ingin menuliskan sesuatu yang lebih berisi dan agak sedikit serius. tapi apa daya, kegiatanku baru selesai beberapa menit yang lalu. iya, aku baru sampai kos. tinggal beberapa menit lagi menuju deadline #31hari menulis. Berhubung aku tidak ingin uang 20 ribuku menghilang begitu saja, dan karena seluruh badanku rasanya berkonspirasi memaksaku tidur lebih awal, jadi hari ini aku tulis saja seadanya yang ada di pikiranku. Pelajaran berharga buat ku hari ini adalah "do what you love, and love what you do" . Sepakat atau tidak, aku benar-benar memegang kalimat ini. Aku akan dengan senang hati dan bisa maksimal dalam mengerjakan apa yang aku sukai. Kalau tidak suka, ya jangan heran jika pada akhirnya apa yang aku kerjakan tidak maksimal. Kalimat ini penting menurutku. Penting untuk orang lain tau, bahwa kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menyukai sesuatu. Apapun itu. Gitu ya :)