Skip to main content

#Day8: Gagal Dulu, Baru Sukses

"Kau tidak akan pernah tahu bagaimana rasanya sukses, sebelum kau tahu sendiri rasanya gagal."


Seringkali kegagalan membuat kita merasa bahwa Allah tidak adil. Berkali-kali berusaha, berkali-kali berdoa, tapi tak kunjung dikabulkan. Berharap mendapatkan yang diidam-idamkan, tapi Allah malah memberi yang tidak diharapkan. Ingin begini, Allah beri begitu. Bahkan sampai merasa kesal dan marah pada Allah. Berharap kantung ajaib Doraemon dijual di toko pinggir jalan agar terkabul semua keinginan. Pernah begitu?

Jika ditanya apakah saya pernah merasakan gagal, tentu saya akan menjawab pernah. Sering malah. Salah satunya saat di SMP dulu, saya sangat berharap bisa diterima di SMA yang memberikan iming-iming beasiswa full dan berbagai macam pelatihan. 2 tahun saya mengimpikannya. 2 kali lebaran saya terus berdoa agar itu bisa tercapai. Saya pasang tulisan motivasi di kamar besar-besar: "Goes to Sampoerna Academy". Yang pasti saat itu apapun saya lakukan demi mendapat ridho-Nya agar saya bisa berkesempatan menuntut ilmu di kota tetangga. Hasilnya? Jangankan diterima, lolos tahap satu pun tidak. Sedih sekali rasanya saat itu, karena rasanya seluruh usaha sudah saya curahan untuk ini. Terpaksa, saya harus merombak lagi mimpi 2 tahun saya. Mengajukan lagi 'proposal' pada Allah. 

Akhirnya saya diterima di SMA yang sebenarnya tidak benar-benar saya idamkan. Meskipun menjadi siswa dari sekolah tersebut termasuk dalam daftar request saya setelah gagal mendapat si idaman. Tetapi, dari pengalaman ini, saya mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga, yang membuat saya berpikir kembali tentang bagaimana agar Allah berkenan  meng-"acc" 'proposal' yang saya ajukan.

Pertama, saya menjadi lebih yakin dan percaya, bahwa apa yang Allah berikan itu adalah yang terbaik untuk kita. Allah akan memberi apa yang lebih menjadi kebutuhan kita. Di SMA saya mendapatkan kesempatan untuk berprestasi sebanyak-banyaknya, yang bisa jadi ini tidak akan saya dapatkan jika dulu Allah mengirim saya ke SMA idaman. Bisa jadi, saya akan menjadi orang yang lebih pasif dari sebelumnya. Dan segala "bisa jadi" yang lainnya. Apapun itu, saya percaya bahwa Allah memberikan yang terbaik untuk hambanya.

Kedua, kita sebagai manusia, hanya bisa berusaha, selebihnya Tuhan yang menentukan. Apapun yang kita inginkan, usahakanlah semaksimal mungkin. Berdoa lah seperti sedang mengayuh sepeda. Semakin sering kau kayuh sepeda itu, maka akan semakin cepat sampai ke tempat tujuan. Jangan mendekte Allah. Pasrahkan saja semua kepada-Nya. Mintalah diberi jalan yang terbaik. Terbaik menurut Allah, InsyaAllah terbaik untuk kita.

Ketiga, jangan pernah putus asa dan jangan takut untuk bermimpi. Terkadang usaha yang sudah mati-matian kita lakukan tetapi berakhir tidak sesuai keinginan, membuat kita putus asa untuk bangkit dan kembali merangkai mimpi. Bahkan ada orang yang setelah mengalami kegagalan merasa malas untuk meminta lagi kepada-Nya. Jangan sampaihal itu ada dibenak kita. Mintalah pada-Nya, Allah itu baik. Baik sekali. Teman saya pernah berkata, "Tidak ada yang salah dengan mimpi yang tinggi, yang salah adalah usaha yang tidak setinggi mimpi." Mungkin kita perlu introspeksi kembali, sudah sejauh apa usaha yang kita lakukan?

Keempat, setiap orang memiliki jatah gagalnya masing-masing. "Gagal lagi, gagal lagi. kapan suksesnya?" Bersabarlah, dan kembali pada poin nomor 3. Bahkan kamu tidak akan tahu betapa dekatnya kamu dengan kesuksesan ketika kamu ingin berhenti berjuang. Bersabarlah. Kegagalanmu itu, mungkin Allah ingin menghabiskan jatah gagalmu. Sehingga yang tersisa nanti hanyalah jatah suksesmu. Maka nanti kamu akan merasakan sendiri bagaimana nikmatnya.

Jika tak kunjung mendapatkan beasiswa, bersabarlah. Allah sedang habiskan jatah gagalmu. Jika hasil daganganmu tak kunjung memperoleh laba, bersabarlah. Allah sedang menghabiskan jatah gagalmu. Jika tak kunjung mendapatkan pasangan hidup, dikit-dikit putus, bersabarlah. Allah sedang mengahabiskan jatah gagalmu. Atau mungkin Allah ingin menjagamu dari cinta yang semu.  Teruslah berusaha dan berdoa. Tawakal Alallah. Berhusnudzon-lah pada-Nya, karena keputusan Allah adalah apa yang kamu pransangka-kan kepada-Nya. Mintalah pada-Nya, karena hanya Dia yang paling mengetahui apa yang terbaik untukmu. Mungkin mendengar kalimat ini benakmu berbisik, "ngomong doang mah gampang..". Jujur, bukan maksud saya menggurui, saya hanya inign berbagi. Believe me, it works.

#edisispesial #spesialsyariah #dakwahislam


Comments

Popular posts from this blog

Tentang Ekspektasi

21 tahun aku hidup. Dan nggak ada satu tahun pun terlewatkan tanpa Tuhan kasih pelajaran berharga buat aku. Bisa lewat sesuatu yang menyenangkan, bisa juga yang bikin sedih dan capek, like, “God, enough..” Tapi nyatanya Tuhan nggak pernah berhenti kasih pelajaran. Adaa aja sesuatu yang unpredictable yang Tuhan kasih. Suka becanda emang. Tapi ya balik lagi. Toh pada akhirnya selalu ada hal baik yang bisa dipetik. Dan kali ini, Tuhan banyak ngajarin (kali ini dengan mendalam) tentang ekspektasi. Bukan kata yang asing buat aku. Sering digunakan, tapi nggak pernah dapetin maknanya sampe sedalem ini.   Ber-ekspektasi, sesuatu yang seringkali kita ga sadar ngelakuinnya. Beruntung kalau sebanding dengan realita, sangat berpotensi bikin kecewa kalau yang terjadi justru sebaliknya. Aku pernah mempersoalkan apa yang Tuhan berikan dalam hidupku. Atau bisa jadi sering. Jelas aku punya ekspektasi yang baik untuk hidupku. Aku pengen nilai ku selalu bagus, semua kegiatanku lancar, semua o...

Listening to..

You were a call that i couldn't put down you stayed in my mind late into the night my dark passenger - Daniela Andrade