Skip to main content

#Day16: Banyak Organisasi, Untuk Apa?

Saya yakin semua orang setuju bahwa memiliki pengalaman berorganisasi itu penting. Organisasi membentuk pribadi seseorang, dan melalui organisasi, banyak sekali pelajaran yang bisa didapat. Belajar bekerjasama dengan berbagai macam karakter orang, belajar melatih dan mengembangkan jiwa kepemimpinan, belajar memanajemen waktu dengan baik, dan masih banyak pelajaran yang bermanfaat lainnya. Bahkan ketika wawancara pekerjaan pun seringkali pengalaman organisasi menjadi sangat diprioritaskan oleh perusahaan.

Tidak jarang setiap orang memiliki jabatan di lebih dari satu organisasi pada saat yang bersamaan. Berapapun organisasinya tidak menjadi masalah, selama ia mampu. Mampu dalam artian ia bisa membagi waktunya dengan kesibukannya yang lain, mampu menjalankan apa yang sudah menjadi tugasnya, dan mampu bertanggung jawab. Persoalan tersebut tidaklah mudah. Terlebih masalah manajemen waktu yang kemudian berpengaruh pada loyalitasnya dalam organisasi tersebut. Tidak banyak orang yang dapat memiliki loyalitas yang tinggi di semua organisasi yang diikutinya. Orang dengan organisasi yang banyak justru cenderung akan menonjol pada salah satu diantaranya saja, atau bahkan memungkinkan untuk tidak menonjol dimanapun karena kegiatannya yang harus dibagi dengan orgaisasinya yang lain.

Sebenarnya, apa tujuan dari berorganisasi? Hanya menambah temankah? Sekedar ingin mengisi waktu luang kah? Atau sekedar ingin menambah daftar pengalaman organisasi di lembar CV?

Malam ini saya sadar, bahwa terkadang memiliki banyak organisasi pun tidak selalu baik. Bisa jadi dengan organisasi yang banyak itu kita cenderung meng-"anak tiri"-kan organisasi yang lain. Bisa jadi kita malah mengecewakan banyak pihak dengan kinerja yang tidak optimal. Atau bisa jadi sebenarnya kita bisa menjadi orang yang jauh lebih banyak memberikan manfaat jika kita fokus saja dalam suatu organisasi. Semua ini tergantung pada setiap individunya saja. Sekali lagi, asalkan mampu. Apapun jalan yang kita pilih, pastinya selalu diikuti dengan konsekuensi yang harus kita terima pula. Yang pasti, dimanapun kita, apapun organisasi yang menaungi kita, jadilah orang yang bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Ekspektasi

21 tahun aku hidup. Dan nggak ada satu tahun pun terlewatkan tanpa Tuhan kasih pelajaran berharga buat aku. Bisa lewat sesuatu yang menyenangkan, bisa juga yang bikin sedih dan capek, like, “God, enough..” Tapi nyatanya Tuhan nggak pernah berhenti kasih pelajaran. Adaa aja sesuatu yang unpredictable yang Tuhan kasih. Suka becanda emang. Tapi ya balik lagi. Toh pada akhirnya selalu ada hal baik yang bisa dipetik. Dan kali ini, Tuhan banyak ngajarin (kali ini dengan mendalam) tentang ekspektasi. Bukan kata yang asing buat aku. Sering digunakan, tapi nggak pernah dapetin maknanya sampe sedalem ini.   Ber-ekspektasi, sesuatu yang seringkali kita ga sadar ngelakuinnya. Beruntung kalau sebanding dengan realita, sangat berpotensi bikin kecewa kalau yang terjadi justru sebaliknya. Aku pernah mempersoalkan apa yang Tuhan berikan dalam hidupku. Atau bisa jadi sering. Jelas aku punya ekspektasi yang baik untuk hidupku. Aku pengen nilai ku selalu bagus, semua kegiatanku lancar, semua o...

Listening to..

You were a call that i couldn't put down you stayed in my mind late into the night my dark passenger - Daniela Andrade