Skip to main content

#Day18: Nge-Artjog

Pertama, saya ingin mengucap syukur Alhamdulillah karena saya bisa duduk manis di depan leptop sebelum jam 12 malam. 20 ribu saya aman. Thanks God!

Kedua, mari kita berbahagia karena pameran seni ter-ciamik se-Jogja akhirnya datang juga. Selamat menikmati Artjog! :)

Awalnya sempat putus asa nggak bisa liat pembukaan Artjog malam ini di TBY. Baru sampai kos jam setengah 8, teman-teman yang lain sudah berangkat ke TBY. Fix, nggak ada tebengan. Tapi mendadak dapat chat dari teman - sebut saja Rama- yang tiba-tiba ngajakin ke Artjog. "Penasaran nih Fa, yuk!" Tawaran yang menggiurkan. Jelas, karena saya tidak ingin melewatkan acara ini begitu saja. Meskipun sebelum berangkat banyak godaan untuk mengurungkan niat ke TBY yang konon katanya malam ini sangat ramai, desak-desakan dan susah dapat parkir. Behubung acaranya gratis dan saya oportunis, jadi saya "iya"-kan saja ajakan Rama.

Rupanya benar, TBY ramai sekali malam ini. Awalnya saya curiga di dalam ada Pak Jokowi lagi bagi-bagi kartu ajaib. Ternyata bukan, pengunjung memang harus mengantre untuk bisa masuk ke dalam, dibagi per-shift seperti antrean masuk ke rumah hantu di Jatim Park. Di tengah keramaian itu, kemudian saya melihat ada makhluk yang sepertinya tak asing. Sebut saja mas prima. Jadi kesimpulan dari paragraf ini adalah kunjungan saya malam ini ditemani oleh 2 pemuda tersebut.

Setelah dapat giliran masuk, akhirnya kami mulai menjelajahi isi ruangan. Dua kata untuk karya-karya itu: Luar Biasa! Karya seninya sangat kreatif. Berhubung saya tidak mau spoiler, jadi saya kasih clue-nya saja. Yang jelas acaranya keren, karya-karyanya kreatif dan inovatif, tidak terbangkan (karena memang tidak pernah membayangkan sebelumnya). Iya. Begitu.

Selebihnya, silahkan buktikan sendiri di Taman Budaya Yogakarta. Jangan lupa mampir, jangan lupa bawa kamera, jangan lupa selfie, jangan merusak, pokoknya jangan melakukan yang jangan-jangan (?).

Sekali lagi, selamat menikmati Artjog! :)

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Ekspektasi

21 tahun aku hidup. Dan nggak ada satu tahun pun terlewatkan tanpa Tuhan kasih pelajaran berharga buat aku. Bisa lewat sesuatu yang menyenangkan, bisa juga yang bikin sedih dan capek, like, “God, enough..” Tapi nyatanya Tuhan nggak pernah berhenti kasih pelajaran. Adaa aja sesuatu yang unpredictable yang Tuhan kasih. Suka becanda emang. Tapi ya balik lagi. Toh pada akhirnya selalu ada hal baik yang bisa dipetik. Dan kali ini, Tuhan banyak ngajarin (kali ini dengan mendalam) tentang ekspektasi. Bukan kata yang asing buat aku. Sering digunakan, tapi nggak pernah dapetin maknanya sampe sedalem ini.   Ber-ekspektasi, sesuatu yang seringkali kita ga sadar ngelakuinnya. Beruntung kalau sebanding dengan realita, sangat berpotensi bikin kecewa kalau yang terjadi justru sebaliknya. Aku pernah mempersoalkan apa yang Tuhan berikan dalam hidupku. Atau bisa jadi sering. Jelas aku punya ekspektasi yang baik untuk hidupku. Aku pengen nilai ku selalu bagus, semua kegiatanku lancar, semua o...

Listening to..

You were a call that i couldn't put down you stayed in my mind late into the night my dark passenger - Daniela Andrade