Sudah kuputuskan. Aku tidak akan melanjutkan bahasanku tentang cinta. Aku baru sadar, aku tidak ahli dalam bahasan cinta. Lebih sering "bodo amat" daripada terus mengikuti perasaan yang nantinya berakhir semburat. Lebih banyak diam, tenggelam berasama sibuknya kegiatan, daripada sibuk memikirkan kata orang. Toh pada akhirnya Tuhan yang menentukan. Tuhan yang memberi jalan. Tuhan yang atur waktunya. Bukan, bukan berarti aku menyepelekan. Jelas aku berharap, sama seperti yang lainnya. Tapi bagaimana bisa Tuhan memberiku yang baik jika aku terlampau buruk?
Ah sudahlah, bahasan cinta terlalu berat. Kau tanyakan saja pada pujangga di ujung jalan sana.
Ah sudahlah, bahasan cinta terlalu berat. Kau tanyakan saja pada pujangga di ujung jalan sana.
Comments
Post a Comment