Skip to main content

#Day17: Petuah Pak Kris

Banyak hal yang terjadi hari ini yang sebenarnya bisa saya jadikan topik tulisan malam ini. Mulai dari kunjungan ke TVRI tadi siang sampai agenda "brainstorming" malam ini demi menyelesaikan satu dari sekian takehome yang ada. Tetapi malam ini saya ingin menulis tentang petuah yang sudah saya dapatkan dari Bapak Kris selaku Kabid Program TVRI. Karena menurut saya petuah Pak Kris ini bisa berguna untuk mempersiapkan pekerjaan di masa mendatang.

Kata Pak Kris, orang-orang yang dianggap baik dalam pekerjaan adalah orang-orang yangemenuhi 3 kualifikasi : profesional, komersial, dan disiplin.

Orang disebut profesional karena ia memiliki latar belakang pendidikan atau keahlian sesuai dengan pekerjaannya. Komersial artinya orang-orang yang dapat melakukan pekerjaannya dengan baik dan bernilai meskipun pekerjaannya itu bukan profesinya. Sedangkan disiplin artinya orang yang bekerja sesuai dengan aturan, terutama dalam hal manajemen waktu.

Ketika orang terlambat dalam pekerjaannya, bukan berarti dia tidak profesional. Itu berarti dia tidak disiplin. Seseorang yang diminta menjadi MC, padahal dia adalah seorang dosen, berarti dapat dikategorikan sebagai komersial.

Menurut Pak Kris, dalam bekerja kita harus memiliki ketiganya. Tidak hanya mengunggulkan salah satu saja. Bulan berarti ketika kita terkenal nanti kita jadi menomor sekiankan kedisiplinan. Pak Kris bercerita bahwa artis-artis terkenal seperti Didi Nini Towok, Shoimah, dan sebagainya selalu datang beberapa jam sebelum mereka show. Begitulah seharusnya orang profesional. Tidak merasa pintar dan merasa terhormat. Tapi tetap memntingkan 3 aspek tersebut.

Kata Pak Kris, jika nanti Tuhan memberikan kita kesempatan untuk menjadi orang yang terkenal atau populer, selain harus tetap berpegang pada 3 hal tersebut, kita juga harus melakukan 3 hal yang lain. Yaitu membuang rasa arogansi, melepas rasa gengsi dan selalu rendah diri.

Sedikit bekal untuk masa depan. Kita tidak akan akan menjadi apa kita nanti. Semoga bermanfaat :)

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Ekspektasi

21 tahun aku hidup. Dan nggak ada satu tahun pun terlewatkan tanpa Tuhan kasih pelajaran berharga buat aku. Bisa lewat sesuatu yang menyenangkan, bisa juga yang bikin sedih dan capek, like, “God, enough..” Tapi nyatanya Tuhan nggak pernah berhenti kasih pelajaran. Adaa aja sesuatu yang unpredictable yang Tuhan kasih. Suka becanda emang. Tapi ya balik lagi. Toh pada akhirnya selalu ada hal baik yang bisa dipetik. Dan kali ini, Tuhan banyak ngajarin (kali ini dengan mendalam) tentang ekspektasi. Bukan kata yang asing buat aku. Sering digunakan, tapi nggak pernah dapetin maknanya sampe sedalem ini.   Ber-ekspektasi, sesuatu yang seringkali kita ga sadar ngelakuinnya. Beruntung kalau sebanding dengan realita, sangat berpotensi bikin kecewa kalau yang terjadi justru sebaliknya. Aku pernah mempersoalkan apa yang Tuhan berikan dalam hidupku. Atau bisa jadi sering. Jelas aku punya ekspektasi yang baik untuk hidupku. Aku pengen nilai ku selalu bagus, semua kegiatanku lancar, semua o...

Listening to..

You were a call that i couldn't put down you stayed in my mind late into the night my dark passenger - Daniela Andrade