Dulu sewaktu saya masih SMA, saya pernah mendapat nasehat dari seorang teman yang usianya terpaut lumayan jauh dengan saya. Kami sering berbagi cerita tentang impian kami masing-masing. Sampai suatu ketika dia menasehati saya untuk menulis semua impian-impian saya.
"Tulisen nduk, ben kamu inget nek kamu punya impian itu. Jangan cuma diangan-angan. Wes ta, tulisen. InsyaAllah nanti ada saatnya tulisanmu itu jadi kenyataan." begitu katanya.
"Tapi nek gitu itu apa kita nggak kayak lagi ndekte Tuhan, mas?"
"Loh ya ndak to, ini itu hanya sebagai motivasi pencapaian targetmu. Anggap aja ini tuh 'proposal'mu ke Allah. Tapi ya harus disertai sama doa dan usaha. Syukur Alhamdulillah kalo bisa di 'acc'. Dicoba sek.."
Di lain kesempatan, saya juga mendapatkan motivasi yang sama tentang "menulis mimpi" ini. Ketika itu saya sedang menghadiri acara semacam seminar di sekolah. Sebelum pembicara menyampaikan materinya, beliau terlebih dahulu melihatkan kepada kami suatu video yang sangat menarik. Video itu menceritakan tentang seorang mahasiswa IPB yang menuliskan semua target hidupnya. Mahasiswa itu awalnya termotivasi dari nasehat seorang pemateri dalam suatu acara di kampusnya. Begini nasehat pemateri bijak tersebut,
Saya percaya bahwa semua impian itu bisa terwujudkan, asalkan kita bersungguh-sungguh mewujudkannya. Tapi terkadang impian itu hanya sekedar angin lalu yang bahkan tidak sempat kita perjuangkan, karena kita lupa bahwa kita pernah memimpikannya. Mungkin ada benarnya jika impian atau target hidup itu kita tuliskan secara nyata, dan kita tempel di tempat yang sering kita lihat, agar kita selalu termotivasi untuk mewujudkannya. Tuliskan saja, toh tidak ada salahnya. Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya? :)
NB: ini adalah salah satu target saya yang pernah saya tulis dan saya tempel di kamar pada tahun lalu. Alhamdulillah, bahagia rasanya ketika melihat tulisan itu tidak lagi sekedar tulisan. Saya jadi "ketagihan" untuk membuat impian-impian saya yang lain agar tidak sekedar menjadi impian yang tak pernah diperjuangkan. InsyaAllah..
"Tulisen nduk, ben kamu inget nek kamu punya impian itu. Jangan cuma diangan-angan. Wes ta, tulisen. InsyaAllah nanti ada saatnya tulisanmu itu jadi kenyataan." begitu katanya.
"Tapi nek gitu itu apa kita nggak kayak lagi ndekte Tuhan, mas?"
"Loh ya ndak to, ini itu hanya sebagai motivasi pencapaian targetmu. Anggap aja ini tuh 'proposal'mu ke Allah. Tapi ya harus disertai sama doa dan usaha. Syukur Alhamdulillah kalo bisa di 'acc'. Dicoba sek.."
Di lain kesempatan, saya juga mendapatkan motivasi yang sama tentang "menulis mimpi" ini. Ketika itu saya sedang menghadiri acara semacam seminar di sekolah. Sebelum pembicara menyampaikan materinya, beliau terlebih dahulu melihatkan kepada kami suatu video yang sangat menarik. Video itu menceritakan tentang seorang mahasiswa IPB yang menuliskan semua target hidupnya. Mahasiswa itu awalnya termotivasi dari nasehat seorang pemateri dalam suatu acara di kampusnya. Begini nasehat pemateri bijak tersebut,
"Tuliskanlah mimpi-mimpi anda secara nyata! Jangan anda tulis dalam ingatan saja. Karena pasti anda akan lupa. Tuliskanlah secara nyata! Tulislah 100 target anda diatas kertas. Hingga suatu hari nanti, yang anda lihat dari 100 target itu hanyalah coretan-coretan karena anda telah mencapainya!"Mahasiswa itu kemudian menuliskan 100 target hidupnya pada 2 lembar kertas. Kemudian ia tempel kedua kerta tersebut di dinding kamarnya. Awalnya banyak sekali teman-teman yang menertawainya. Tapi siapa sangka, 2 lembar kertas itu kini menjadi lembaran kertas yang dapat menutup rapat mulut mereka yang sebelumnya sempat menertawainya. 100 target itu satu-persatu terwujud menjadi nyata. Terus terang, saya merinding melihat video itu.
Saya percaya bahwa semua impian itu bisa terwujudkan, asalkan kita bersungguh-sungguh mewujudkannya. Tapi terkadang impian itu hanya sekedar angin lalu yang bahkan tidak sempat kita perjuangkan, karena kita lupa bahwa kita pernah memimpikannya. Mungkin ada benarnya jika impian atau target hidup itu kita tuliskan secara nyata, dan kita tempel di tempat yang sering kita lihat, agar kita selalu termotivasi untuk mewujudkannya. Tuliskan saja, toh tidak ada salahnya. Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya? :)
***
NB: ini adalah salah satu target saya yang pernah saya tulis dan saya tempel di kamar pada tahun lalu. Alhamdulillah, bahagia rasanya ketika melihat tulisan itu tidak lagi sekedar tulisan. Saya jadi "ketagihan" untuk membuat impian-impian saya yang lain agar tidak sekedar menjadi impian yang tak pernah diperjuangkan. InsyaAllah..

Wahh.. perlu di coba nih :D bismillah #MabaUGM2016
ReplyDelete