Ini bukan kali pertama ia melaksanakan sholat isha disini. Imam sudah menyerukan salam rakat terakhir. Tetapi ia harus menambah 2 rakaat lagi untuk menyempurnakan sholatnya. Selesai dua rakaat, ia menyempatkan untuk berdoa. Sore tadi ia mendapat berita yang kurang mengenakkan hatinya. Dengan khusyu' ia berdoa, mencurahkan seluruh penatnya hari ini. Selesai berdoa, ia menoleh teman disampingnya, bermaksud untuk mengajaknya bersalaman. rupanya gadis itu masih berdoa. Ia urungkan niatnya, menunggu temannya selesai mengadu dalam doa.
Sudah sejak dua tahun yang lalu ia berteman dengan gadis itu. Baginya, dia adalah orang yang selalu ceria, kapanpun, dimanapun. tidak pernah ia melihat gadis itu bersedih. Seolah tidak pernah ada masalah yang berarti di hidupnya, tidak seperti apa yang ia rasakan sekarang.
Selang beberapa waktu ia menunggu, gadis itu akhirnya menyudahi doanya. Buru-buru ia mengajaknya bersalaman. Namun tidak seperti biasanya, kali ini ada pemandangan aneh yang ia lihat dari mata gadis itu. Bulu matanya basah, putih matanya memerah.
"Kamu nangis?" tanyanya seketika.
"Nggak kok, aku nggak papa." jawab gadis itu dengan membuang muka. Seolah ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan.
"Kamu kenapa?" tanyanya lagi kepada gadis itu, merasa tidak percaya dengan jawaban sebelumnya.
"Aku nggak papa.." jawabnya lirih, sembari sibuk mengalihkan pandangan.
Dipandangnya gadis itu sungguh-sungguh. Berusaha menerka-nerka apa yang sedang disembunyikannya. Ini adalah kali pertama ia dapati gadis itu bersedih. Matanya semakin terlihat sendu, hingga akhirnya meneteskan air mata juga. Kali ini ia tak berani bertanya lagi. Ia biarkan gadis itu melanjutkan tangisnya. Sambil sesekali ia melihat gadis itu sibuk menghapus air mata di pipinya, seolah tidak ingin ada orang yang melihatnya. Tangisnya masih tertahan.
Tanpa berpikir panjang, ia peluk gadis itu. Ia dekap dengan erat. Tubuh gadis itu bergetar. Tangisnya pecah. Terdengar sendu ditelinganya. Ia terdiam. masih memeluk tubuh gadis itu dengan erat, berusaha menguatkannya.
1 menit..
5 menit..
8 menit..
Gadis itu mulai tenang. Napasnya mulai sedikit teratur. Perlahan ia lepaskan pelukannya. Ia pandangi lagi wajah gadis itu.
"Maaf ya, aku cengeng. maaf ya.." kata gadis itu padanya.
Kesedihan seperti apa yang mampu membuat gadis yang selalu ceria ini menangis tersedu, hingga ia enggan membagi kesedihannya pada orang lain?
Comments
Post a Comment